Website ini dikelola oleh Sales Resmi Mirae Asset Sekuritas Pak Sunandar

Website ini dikelola oleh Sales Resmi Mirae Asset Sekuritas Pak Sunandar

Dalam dunia investasi, banyak orang memilih instrumen berisiko rendah untuk menjaga stabilitas keuangan. Dua pilihan yang paling sering dibandingkan adalah obligasi dan deposito, karena sama-sama menawarkan imbal hasil relatif stabil. Meski terlihat mirip, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi mekanisme, risiko, keuntungan, hingga fleksibilitas. Oleh karena itu, memahami perbedaan obligasi dan deposito sangat penting agar investor dapat menyesuaikan pilihan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Pengertian Deposito dan Obligasi

Deposito merupakan produk simpanan berjangka yang disediakan oleh bank dengan tenor tertentu, seperti satu hingga dua belas bulan. Investor akan memperoleh bunga tetap sesuai kesepakatan awal dan dana pokok dikembalikan saat jatuh tempo. Karena sifatnya sederhana dan aman, deposito banyak dipilih oleh investor konservatif.

Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Investor yang membeli obligasi akan menerima kupon secara berkala dan pengembalian pokok di akhir tenor. Dari sisi konsep, perbedaan obligasi dan deposito sudah terlihat karena obligasi melibatkan mekanisme pasar modal.

Perbedaan Obligasi dan Deposito dari Sisi Risiko

Deposito tergolong instrumen dengan risiko sangat rendah karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu. Nilai dana tidak mengalami fluktuasi sehingga cocok untuk menyimpan dana darurat. Keamanan ini menjadi keunggulan utama deposito.

Sebaliknya, risiko obligasi bergantung pada penerbitnya. Obligasi pemerintah relatif aman, sedangkan obligasi korporasi memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi. Selain itu, harga obligasi dapat berfluktuasi di pasar sekunder, sehingga risiko pasar menjadi salah satu perbedaan obligasi dan deposito yang signifikan.

Perbedaan dari Sisi Imbal Hasil

Dari segi keuntungan, deposito menawarkan bunga lebih rendah namun bersifat pasti. Investor dapat menghitung hasil sejak awal tanpa khawatir perubahan nilai. Hal ini memberikan kepastian arus kas.

Obligasi umumnya menawarkan imbal hasil lebih tinggi melalui kupon berkala. Selain itu, investor juga berpeluang memperoleh capital gain jika harga obligasi naik. Inilah alasan perbedaan obligasi dan deposito sering menjadi pertimbangan utama bagi investor yang mengejar hasil lebih optimal.

Likuiditas dan Fleksibilitas

Deposito memiliki likuiditas rendah karena pencairan sebelum jatuh tempo biasanya dikenakan penalti. Oleh sebab itu, dana yang ditempatkan sebaiknya benar-benar tidak dibutuhkan dalam waktu dekat.

Sebaliknya, obligasi dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sehingga lebih fleksibel. Investor dapat mencairkan dana sebelum jatuh tempo sesuai kondisi pasar. Dari sisi ini, perbedaan obligasi dan deposito cukup jelas dalam mendukung strategi keuangan jangka menengah.

Pajak dan Biaya

Bunga deposito dikenakan pajak final yang langsung dipotong oleh bank. Sistem ini memudahkan investor karena tidak memerlukan perhitungan tambahan. Obligasi juga dikenakan pajak atas kupon, serta potensi pajak atas capital gain. Oleh karena itu, memahami aspek pajak menjadi bagian penting dalam membandingkan kedua instrumen ini.

Kesimpulan

Perbedaan obligasi dan deposito terletak pada konsep, risiko, imbal hasil, likuiditas, dan fleksibilitas. Deposito unggul dalam keamanan dan kepastian, sedangkan obligasi menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi dengan risiko yang bervariasi. Dengan memahami karakteristik masing-masing, investor dapat memilih instrumen yang paling sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan.

WhatsApp Butuh bantuan?